Rabu, 25 Februari 2015

CARA PEMASANGAN DAN PEMBONGKARAN TOWER CRANE DI DALAM MANAJEMEN PROYEK


Teknik Sipil - Sebelum dilakukan pemasangan tower crane, harus disiapkan pondasi dari semen yang dicor, berukuran panjang 4 m, lebar 4 m, dan kedalaman 2 m. Pada bagian dasar pondasi ditanamkan Fine Angle dari besi cor berkualitas tinggi, yang berfungsi untuk memperkokoh pondasi di dalam manajemen proyek.
Setelah fondasi selesai dibuat, perlu waktu 1 minggu untuk menunggunya menjadi keras dan kering, sebelum diinstal keseluruhan rangkaian alat tersebut. Dan Tower crane akan berdiri dan di ‘baut’ dengan pondasi untuk menjaga stabilitasnya, kemudian dihubungkan dengan bagian menara (tower) penopang tower crane tersebut di dalam manajemen proyek.

Dalam pemasangan tower crane ada 2 cara :
  1. Apabila tidak lebih tinggi dari 200 kaki, maka langsung dapat dirakit bagian per-bagian menggunakan pertolongan sebuah mobile-crane.
  2. Jika crane yang dirakit lebih tinggi harus menggunakan proses ” self assembly “.

Adapun langkah perakitan, pertama menggunakan bantuan mobile crane untuk merakit bagian-bagian jib dan machinery arm, dan menempatkan elemen-elemen horizontal tersebut pada konstruksi tiang (mast), setinggi kurang lebih 12 meter. Kemudian, dilanjutkan dengan menambahkan counterweights. Konstruksi tiang (mast), ditambah ketinggiannya dari kondisi dasar. Untuk mencapai ketinggian maximum, konstruksi tiang ini tumbuh satu per satu bagian (segmen) di dalam manajemen proyek.
Dengan menggunakan alat yang disebut atau climbing frame, pemasangan diawali dengan menggantungkan beban pada bagian jib, untuk menyeimbangkan counterweights yang dipakai. Kemudian slewing unit dilepaskan dari kepala tiang. Sebuah peralatan hidrolik pada top climber akan mendorong slewing unit ke atas, sejauh sekitar 6 meter. Kemudian, pemasangan crane mengangkat satu segmen (section) tiang berukuran tinggi 6 meter dan memasukannya dalam celah yang dibuka oleh climbing frame tadi. Begitu segmen ini berhasil disambungkan, berarti crane sudah menjadi lebih tinggi 6 meter di dalam manajemen proyek.
Kebanyakan tower crane dirakit untuk mencapai ketinggian yang diinginkan, sejak pertama alat tersebut dirakit dan digunakan. Kemudian, alat tersebut akan tumbuh semakin tinggi bersamaan dengan tumbuhnya bangunan yang sedang dibangun. Dan jika struktur yang dibangun sangat tinggi, maka tower crane dapat juga dihubungkan pada bangunan, untuk mendapatkan tambahan kestabilan di dalam manajemen proyek.
Sehingga dapat disimpulkan, dalam meninggikan crane, tower crane akan membangun dirinya sendiri sampai ketinggian yang dikehendaki. Setelah tersusun 4 section di atas 1 section dipasanglah sabuk, yakni besi penghubung tower crane dengan bangunan yang fungsinya untuk menjaga kestabilan tower crane. Panjang sabuk sekitar 7 meter dan dipasang sekitar 3 buah pada setiap sectionnya. Sabuk dipasang pada setiap 20 meter antara satu section dengan section yang lainnya di dalam manajemen proyek.


Pembongkaran tower crane
Apabila pekerjaan telah selesai dan sudah waktunya untuk membongkar crane tersebut. Tahapan pembongkaran tower crane adalah kebalikan dari pemasangannya. Mula-mula hooke akan melepaskan bagian section terakhir, sehingga timbul ruang kosong antara slewing dengan section ke 2 terakhir dan teleskop diturunkan perlahan-lahan hingga menyatu dengan section berikutnya di dalam manajemen proyek. Kemudian hooke melepaskan section berikutnya, sehingga timbul slewing dengan section ke 3 terakhir. Proses ini dilakukan terus menerus hingga slewing menyatu dengan section 1.

Dengan bantuan mobil crane, tower crane dilepaskan satu per-satu. Dimulai dari hoist dilepaskan 3 buah terlebih dahulu, setelah itu jib beserta perlengkapannya dilepaskan. Berikutnya, counter jib dilepaskan beserta perlengkapannya di dalam manajemen proyek. Tower crane menjadi bentuk ( I ) kembali. Top head dan slewing dilepaskan dengan mobil crane, dilanjutkan dengan teleskop, section 1 hingga basic master. Setelah selesai pembongkaran hanya menyisakan pondasi tower crane, selanjutnya dibongkar dengan menggunakan alat berat untuk mengambil fine angel yang akan digunakan kembali untuk mendirikan tower crane berikutnya.
Posted by: Anita Rahma
www.http://arsitekdansipil.blogspot.co.id 

Jumat, 30 Januari 2015

Tower Crane Masjid Agung Pontianak



Pada  bulan Januari 2015, kami mendapat kepercayaan untuk bekerjasama dengan Kontraktor dari Pontianak yaitu PT. Citra Putra Realty.  Pada Proyek kali ini kami sebagai penyedia jasa pasang, maintenance, dan pembongkaran Tower Crane type QLCM 6015 pada pelaksanaan pembangunan Masjid Agung di Pontianak.

Tower Crane Masjid Agung Pontianak
Tower Crane Masjid Agung Pontianak

Tower Crane Masjid Agung Pontianak

Tower Crane Masjid Agung Pontianak

Senin, 29 Desember 2014

Proyek Tower Crane di Banjarmasin

Pada  bulan November 2014, kami mendapat kepercayaan untuk bekerjasama dengan Kontraktor dari Jakarta yaitu PT. Menara Agung Pusaka.  Pada Proyek kali ini kami sebagai penyedia jasa pasang, maintenance, dan pembongkaran Tower Crane pada pelaksanaan pembangunan gedung Pascasarjana Universitas Lambung Mangkurat di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Pemasangan Tower Crane dilaksanakan pada bulan November 2014, dan pembongkaran dilaksanakan pada Deember  2015. 

Tower Crane yang kami pasang di Banjarmasin

Tower Crane yang kami pasang di Banjarmasin

Proyek pembangunan gedung Pasca Univ.Lambung Mangkurat

Rabu, 28 Mei 2014

Rental Tower Crane di Bontang

Pada bulan Mei 2014 JST Tower Crane mengerjakan Tower Crane pada Proyek Pembangunan Pasar Rawa Indah Kota Bontang. Pada Proyek kali ini, kami mendapat kepercayaan dari Raka Utama-Bangun Cipta, KSO sebagai penyewa, dan kami sebagai pihakpenyelenggara jasa sewa.

Proyek pengerjaan di Pasar Rawa Indah ini berjalan selama tujuh bulan. Puji Tuhan, semua berjalan dengan lancar.
Tower Crane CV. Jaya Sri Teknik di Kota Bontang

Senin, 31 Maret 2014

Rekondisi Tower Crane SIMMA 1246

Bulan ini kami menyelesaikan proyek rekondisi Tower Crane SIMMA 1246 milik PT.Bahtera Bahagia yang berpusat di Samarinda. Waktu service berlangsung selama 3 bulan penuh. Puji Tuhan TC milik PT. Bahtera Bahagia terebut telah bisa dipakai kembali dalam kondisi yang prima. 

Service Panel TC SIMMA 1246

Rekondisi TC SIMMA 1246

TC SIMMA 1246 bisa beroperasi kembali